Minggu, 04 September 2016

Ghostbuster 2016



ini bukan sequel, prekuel atau lanjutannya, entahlah... walaupun berjudul Ghostbuster dan banyak yang menuliskan ini Ghostbuster 3 tapi nyatanya isi film ini bukanlah sebuah kelanjutan bahkan pemain Ghostbuster 1 dan 2 yaitu Bill Murray menjadi cameo orang lain diluar peran Ghostbuster yang pernah ia lakoni melainkan menjadi seorang profesor. Pas awal berita pembuatan film Ghostbuster ini muncul, pikiran gw terbesit oleh cerita lanjutannya, mungkin anak-anak dari para pendahulunya yang kini meneruskan pekerjaan ayahnya menjadi seorang pembasmi hantu namun ternyata beda alur, cerita dan beda rasa namun tetap tujuannya membasmi hantu. ini seperti film reboot, film lama yang didaur ulang namun dengan teknologi masa kini.

berkisah 4 cewek pembasmi hantu, cast-castnya memang para pemain komedian kecual si chrish hemsworth yang memang posri komedinya lebih besar karena berakting sebagai cowokbernama kevin yang lugu bekerja menjadi resepsionis di kantor GhostBuster (lucuan sosok kevin dibandingkan 4 komedian peran utamanya). dari segi efek CGI nya memang keren, para pemainnya memiliki porsi peran berbeda-beda namun sosok Patty yang diperankan oleh Leslie Jones masih kurang greget berbeda dengan karakter
Jillian Holtzmann yang diperankan oleh Kate Mckinnon cukup bagus karena pembawaannya mengingatkan gw pada cewek-cewek amerika era tahun 80an (baik gaya maupun tata cara ngomongnya). di Berbagai sumber, score film ini tergolong buruk, nilainya cuma 5 atau 6, angka yang cukup wajar karena bobot cerita masih belum jelas, asal muasal cowok jahat Dave Allen masih belum terkuak dan entah darimana dia bisa memiliki alat-alat pembuka gerbang hantu. Sepertinya film jagoan yang mengangkat ladies group masih kurang diminati masyarakat, contohnya charlie angels atau film-film lain yang jagoannya cewek rame-rame, pasti nilainya kurang bagus.
Gw sendiri gak bilang film ini jelek banget, ini lebih baik dibandingkan Suicide Squad hehehe, sorry buat penggemar Suicide Squad. Gw lebih sering menguap nonton film Suicide Squad dibandingkan Ghostbuster karena dari segi cerita tidak bertele-tela tapi tidak kecepetan alurnya namun sayangnya gak detail. Menurut gw Ghostbuster lumayan keren lah, tak melupakan icon ciri khas film ini seperti Ecto-1 dan hantu hijau bernama Slimer..

Score : 7/10
Adegan memorable :
ketika Jillian melawan sosok hantu raksasa dan memperlihatkan senjata barunya, its cool..

Jumat, 03 Juni 2016

Batman VS Superman (2016)



Batman, aaaah... siapa yang tak mengenal jagoan bertopeng satu ini. kisahnya sudah banyak diangkat mulai dari komik, film hingga games dan batman merupakan satu-satunya superhero yang paling banyak gonta ganti pemainnya. di Film BVS, sosok batman dimainkan oleh Ben Affleck yang pernah berperan sebagai daredevil, sama-sama pakai topeng dengan mulut terbuka, biar kalau ngomong sama penjahat bisa kedengeran. saya nonton ini juga karena ada si Batmannya bukan karena Superman, gak suka superman karena terlalu sempurna jadi hero, ganteng, kebal, tinggi, bisa terbang, cuma lemah sama batu akik. Pas nonton BVS lumayan ngatrinya panjang, baru bisa dapat tiket setelah antri selama sejam, keren banget nih film kayaknya tapi kenyataannyaaaaa.... mengecewakan. banyak alur cerita yang sebenarnya lambat tapi ketika mau abis langsung terburu-buru, emang sih pada kisah aslinya batman harus berantem sama superman tapi difilm ini seakan-akan ben affleck dipaksa benci sama superman, muka kebenciannya dibuat-buat, lu benci sama hal yang gak dibenci, nah kaya gitu dah.

gw jadi teringat dengan salah satu kritikus luar yang bilang kalau film BVS seperti banyak campur tangan, pada maunya banyak tapi gak bisa ngasih alur baik. gw pun sependapat dengan doi, harusnya gak perlulah BVS menceritakan kisah awal si Batman, langsung aja alasan dia benci sama superman secara lebih kompleks biar jelas. Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor perlu diakui berakting terlalu berlebihan, menurut gw dia ini yang bikin cerita jadi gak rapih alurnya. Kesalahan yang paling keliatan menurut gw adalah promosi film ini, kalau gw jadi team produksi BVS, gw gak bakal keluarin wonder woman di trailer, biarin aja jadi rahasia, fokus aja ke si batman berkelahi dengan superman padahal kehadiran wonder woman udah keren kok tapi gak wah karena udah keliatan di trailer. huhuuuhuuhhu.... sang sutradara Zack SYnder sepertinya masih harus banyak belajar sama Chris nolan untuk memberikan bobot cerita lebih baik, entah apa yang dilakukan nolan dibangku executive produser, harusnya doi bisa ngasih banyak usulan tentang film ini.

Film terbaik menurut gw masih dipegang sama Nollan, gak ada yang bisa ngalahin karena benar-benar dapat sisi gelap cerita dan otak diajak berpikir buat menikmati film tersebut, gak seperti BVS yang kisahnya ringan. gw kurang suka Ben Affleck sebagai batman, entahlah, merasa batman kurang olahraga, gemuk, kurang gesit, postur tubuhnya gak pas.


Score : 6/10
Adegan Memorable :
pas galgadot jadi wonder woman